Beranda | Peta Situs | FAQ | Tautan | Kamus | Hubungi Kami | Karir
  Search
I C B I
Indonesia Composite Bond Index
236.3974
Previous Change Change (%)
236.5069
0.1095
0.05
Jakarta, 18 Oktober 2017
| Oktober 2017 ||New Issuance| Bank Mayapada Internasional Tbk, PT (3 Oktober 2017), Pegadaian (Persero), PT (3 Oktober 2017), Waskita Karya (Persero) Tbk, PT (6 Oktober 2017), Federal International Finance, PT (10 Oktober 2017), Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT (13 Oktober 2017), Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, PT (17 Oktober 2017) |Matured | SPN-S 05102017 (5-Oktober-2017), FIFA02ACN4 (7-Oktober-2017), BLAM03 (9-Oktober-2017), SPN12171012 (12-Oktober-2017), PNMP01 (12-Oktober -2017), ORI011 (15-Oktober-2017), BEXI02BCN3 (16-Oktober-2017), TELE01ACN2 (24-Oktober-2017), SPN03171026 (26-Oktober-2017), ASDF03ACN2 (28-Oktober-2017), ASDF02BCN4 (29-Oktober-2017), BNGA01BCN1 (30-Oktober-2017), BNII01BCN2 (31-Oktober-2017)   || IBPA Benchmark Rates (17/10/2017) :FR0061 (4.58 Yr) - Yield 6.1933% Price 103.1670% --  FR0072 (18.59 Yr) - Yield 7.2986% Price 109.5838% --  FR0059 (9.58 Yr) - Yield 6.5809% Price 102.9357% --  FR0074 (14.84 Yr) - Yield 7.0971% Price 103.6439% --  
 Mark to Market

 

Penetapan harga pasar  wajar IBPA dilakukan dengan menggunakan prinsip Mark to Market (MtM).  Prinsip MtM merupakan pendekatan standar dalam ilmu akuntansi yang dalam melakukan penilaian pada instrumen  surat utang berbasis harga wajar yang mencerminkan kondisi pasar, baik untuk instrumen tersebut maupun instrumen sejenis lainnya.

Prinsip MtM telah menjadi acuan dalam penilaian portofolio dalam Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (GAAP) sejak awal 1990-an. Prinsip  ini masih diterapkan terutama dalam memenuhi kebutuhan investor untuk menilai instrumen investasi mereka, dalam proses pengambilan keputusan investasi mereka.

Penilaian dan penetapan HPW  IBPA dilakukan dengan menggunakan metodologi dan teknik penilaian berdasarkan data pasar relevan dan formulasi model penilaian. Basis utama penilaian dilakukan dengan menggunakan pendekatan “mark-to-market”, dimana data transaksi, terdiri dari kuotasi beli/jual (bid-ask) dan harga transaksi (traded price), yang terjadi di pasar untuk seri obligasi tertentu, atau seri obligasi lain yang dipandang setara dengan seri obligasi tersebut, menjadi acuan dan sumber data utama dalam proses penilaian dan penetapan HPW. IBPA melakukan pengamatan terhadap seluruh data transaksi dan pelaporan transaksi obligasi di pasar perdana dan sekunder.

Penggunaan Prinsip MtM dapat dilihat dalam bagan dibawah ini:

Tipe Istrumen

Copyright © 2009 PT Penilai Harga Efek Indonesia. All rights reserved. Disclaimer